Mindblown: a blog about philosophy.
-
Peran Audit
1. Menjamin Kewajaran Laporan Keuangan Audit berperan dalam memastikan bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh suatu entitas mencerminkan posisi keuangan yang sebenarnya dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. 2. Mendeteksi dan Mencegah Kecurangan Salah satu peran penting audit adalah mendeteksi dan mencegah kecurangan dengan memeriksa catatan keuangan dan mengidentifikasi transaksi yang mencurigakan atau tidak…
-
Langkah-Langkah Audit
1. Perencanaan Audit Langkah pertama dalam proses audit adalah perencanaan. Auditor mengembangkan rencana audit yang mencakup pemahaman tentang entitas yang akan diaudit, menetapkan tujuan audit, menentukan ruang lingkup, dan mengidentifikasi area risiko utama. Ini juga termasuk pengembangan strategi audit dan penjadwalan waktu. 2. Penilaian Risiko dan Pengendalian Internal Auditor menilai risiko kesalahan materiil dalam laporan…
-
Risiko Audit
1. Risiko Bawaan (Inherent Risk) Risiko bawaan adalah risiko kesalahan materiil dalam laporan keuangan yang terjadi tanpa memperhitungkan pengendalian internal. Ini disebabkan oleh kompleksitas transaksi atau estimasi yang sulit. 2. Risiko Pengendalian (Control Risk) Risiko pengendalian adalah risiko bahwa kesalahan materiil yang terjadi dalam laporan keuangan tidak akan terdeteksi atau dikoreksi oleh pengendalian internal entitas.…
-
Tujuan dari Audit
Tujuan dari audit adalah untuk mengevaluasi dan memverifikasi informasi atau proses tertentu dengan tujuan memberikan opini atau kesimpulan yang independen dan obyektif kepada pihak yang berkepentingan. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari audit: 1. Memastikan Kewajaran Laporan Keuangan Tujuan utama audit adalah untuk memverifikasi bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang…
-
Apa Saja yang Termasuk Bukti Audit?
Bukti audit adalah informasi yang dikumpulkan dan dianalisis oleh auditor selama proses audit untuk mendukung opini atau kesimpulan yang dibuat terkait dengan laporan keuangan atau entitas yang diaudit. Berikut adalah beberapa contoh bukti audit yang umum digunakan: 1. Dokumen Pendukung Contoh: faktur, kwitansi, kontrak, dan dokumen lainnya yang mendukung transaksi yang tercatat dalam laporan keuangan.…
-
Kapan Audit Harus Dilakukan?
Jasa auditing diperlukan karena memiliki peran penting dalam memastikan transparansi, keandalan, dan kepatuhan dalam pelaporan keuangan dan operasional suatu entitas. Berikut adalah beberapa alasan mengapa jasa auditing sangat penting: Kapan Audit Harus Dilakukan? Audit harus dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan yang berlaku. Beberapa waktu yang umum digunakan untuk melakukan audit adalah sebagai…
-
Mengapa Jasa Auditing Diperlukan?
Jasa auditing diperlukan karena memiliki peran penting dalam memastikan transparansi, keandalan, dan kepatuhan dalam pelaporan keuangan dan operasional suatu entitas. Berikut adalah beberapa alasan mengapa jasa auditing sangat penting: Meningkatkan Kepercayaan Pihak Luar Auditing membantu meningkatkan kepercayaan pihak luar, seperti investor, kreditor, dan masyarakat umum, terhadap laporan keuangan suatu entitas. Menjamin Kewajaran Laporan Keuangan Auditor…
-
Perbedaan Auditor Internal dan Auditor Eksternal (Termasuk BPK)
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak termasuk dalam kategori auditor internal. Sebaliknya, BPK lebih tepat digolongkan sebagai auditor eksternal atau auditor independen yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan dan audit terhadap laporan keuangan entitas pemerintah, termasuk Badan Pemerintah Non Departemen (BPN) dan BUMN. Peran utama BPK adalah untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan tersebut telah disusun secara wajar…
-
Tanggung Jawab Seorang Auditor
Menyusun dan Merencanakan Audit Auditor harus merancang dan menyusun rencana audit yang mencakup tujuan, ruang lingkup, metodologi, dan jadwal audit. Mengumpulkan Bukti Audit Auditor bertanggung jawab untuk mengumpulkan bukti yang cukup dan tepat untuk mendukung temuan dan kesimpulan audit. Menilai Risiko dan Pengendalian Internal Auditor harus menilai risiko yang mungkin mempengaruhi laporan keuangan atau operasi…
-
Jenis-Jenis Opini Audit
Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion) Opini ini diberikan ketika auditor meyakini bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) atau standar pelaporan keuangan internasional (IFRS). Opini Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion) Opini ini diberikan ketika auditor menemukan beberapa hal yang tidak material yang…
Got any book recommendations?